Lewati ke konten utama
Tentang Kami

Cerita DisabilitasKu.id: Dibangun dari Luka, untuk Jutaan Orang

DisabilitasKu.id bukan lahir dari riset pasar atau pitch deck. Ia lahir dari pengalaman nyata hidup dengan cerebral palsy, dari frustrasi mencari terapis yang tepat, dari dihina, dan dari keyakinan bahwa penyandang disabilitas Indonesia layak mendapat lebih.

Tim DisabilitasKu27 Juli 20264 menit baca42 kali dibaca

Setiap platform punya cerita tentang mengapa ia ada. Cerita DisabilitasKu.id dimulai bukan dari sebuah ide — tapi dari sebuah luka.

Satu Orang, Satu Kondisi, Satu Pertanyaan

Bryan Wahyu Kresna Putra lahir dengan cerebral palsy. Kondisi neurologis yang memengaruhi kontrol gerak dan koordinasi tubuh. Sesuatu yang tidak bisa dipilih, tidak bisa dihindari, dan tidak akan hilang.

Tumbuh besar dengan CP di Indonesia berarti tumbuh besar di lingkungan yang tidak selalu mengerti. Infrastruktur yang tidak ramah. Informasi yang tersebar dan sulit ditemukan. Dan yang paling berat — orang-orang yang meremehkan bukan karena mereka jahat, tapi karena mereka tidak tahu lebih baik.

Bryan mengalami semua itu. Termasuk di titik paling menyakitkan: dihina, direndahkan oleh orang yang paling dekat dengannya. Dikatai dengan kata yang seharusnya tidak pernah diucapkan kepada siapapun.

Ia tidak berhenti.

Ia bertanya: kalau aku harus berjuang sekeras ini untuk menemukan informasi, akses, dan kepercayaan — berapa banyak orang lain yang sedang berjuang hal yang sama, tapi sendirian?

Masalah yang Tidak Boleh Dibiarkan

Di Indonesia, ada lebih dari 22 juta penyandang disabilitas. Jutaan keluarga yang setiap harinya menghadapi pertanyaan yang sama:

Terapis mana yang bisa dipercaya? Di mana yang dekat dari rumah? Berapa biayanya? Apakah ada yang bisa datang ke rumah? Sekolah mana yang mau menerima anak saya? Perusahaan mana yang benar-benar inklusif, bukan hanya di atas kertas?

Tidak ada satu tempat yang menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Orang tua mencari di grup WhatsApp, di forum yang tidak terstruktur, dari mulut ke mulut, dari satu klinik yang menolak ke klinik berikutnya.

Seorang ibu pernah bercerita: "Saya berharap ada sekolah yang bisa menerima anak saya. Tapi tidak semua mau. Yang mau, harganya mahal sekali."

Orang tua lain bercerita: "Saya tidak tahu apakah anak saya berkembang. Tidak ada yang menunjukkan perkembangannya kepada saya."

Penyandang disabilitas dewasa bercerita tentang melamar kerja puluhan kali dan ditolak — bukan karena tidak kompeten, tapi karena begitu perusahaan melihat kondisi fisik mereka, pintu tertutup.

Ini bukan masalah satu atau dua orang. Ini sistemik. Dan sistem yang rusak membutuhkan solusi yang nyata.

Mengapa DisabilitasKu Berdiri

DisabilitasKu berdiri karena satu kenyataan yang tidak bisa diterima begitu saja:

Di negara dengan 22 juta penyandang disabilitas, tidak ada satu pun platform yang benar-benar melayani mereka.

Bukan karena tidak ada yang peduli. Tapi karena selama ini, masalah disabilitas dilihat sebagai masalah sosial — bukan masalah produk. Sebagai sesuatu yang perlu dibantu — bukan sesuatu yang perlu dipecahkan secara sistemik.

DisabilitasKu berdiri karena pendirinya tahu dari dalam: informasi yang tersebar membunuh peluang. Orang tua yang tidak tahu ke mana harus mencari terapis = anak yang kehilangan masa emas intervensi. Penyandang disabilitas yang tidak tahu perusahaan mana yang benar-benar inklusif = orang yang berbakat tapi tidak pernah diberi kesempatan.

DisabilitasKu berdiri karena kepercayaan itu perlu dibangun — dan tidak bisa dibangun oleh orang yang melihat disabilitas dari luar. Hanya orang yang hidup di dalamnya yang tahu pertanyaan mana yang benar-benar perlu dijawab.

Dan DisabilitasKu berdiri karena misi ini terlalu penting untuk tidak ada yang mengerjakannya: membuat setiap penyandang disabilitas Indonesia punya akses yang layak untuk tumbuh, mandiri, dan berkontribusi.

Dari Frustrasi Menjadi Produk

Bryan adalah backend engineer dan Android developer. Ia tahu cara membangun sistem. Ia tahu cara mengurai masalah yang kompleks menjadi solusi yang bisa dijalankan.

Yang membedakannya dari builder lain: ia tahu masalah ini dari dalam. Bukan dari hasil wawancara pengguna. Bukan dari riset sekunder. Tapi dari hidupnya sendiri, dan dari mendengarkan cerita orang-orang di komunitasnya.

DisabilitasKu.id dibangun dari titik itu.

Bukan sebagai platform charity yang menaruh wajah sedih di beranda dan meminta donasi. Bukan sebagai proyek sosial yang berjalan karena semangat saja tanpa infrastruktur yang kuat.

Tapi sebagai produk yang serius — dengan arsitektur teknis yang solid, dengan pemahaman mendalam tentang pengguna, dan dengan misi yang tidak bisa dikompromikan: membuat penyandang disabilitas Indonesia bisa mandiri.

Apa yang DisabilitasKu Coba Selesaikan

Platform ini dibangun untuk menjawab tiga pertanyaan besar:

Bagaimana orang tua menemukan terapis yang tepat, dengan informasi yang bisa dipercaya, tanpa harus menelepon satu per satu?
Direktori terapis dan yayasan dengan informasi lengkap — spesialisasi, metode, lokasi, jam buka, range biaya. Filter yang bekerja. Ulasan yang jujur.

Bagaimana perkembangan anak bisa dipantau, didokumentasikan, dan dibagikan?
Catatan sesi dari terapis. Milestone perkembangan. Timeline yang bisa dilihat orang tua kapan saja — bukti nyata bahwa investasi waktu dan uang membawa hasil.

Bagaimana penyandang disabilitas bisa menemukan pekerjaan yang benar-benar inklusif — bukan sekadar memenuhi kuota?
Lowongan kerja dengan informasi aksesibilitas kantor, jenis disabilitas yang diterima, dan perusahaan yang sudah terverifikasi komitmen inklusifnya.

Ini Baru Permulaan

DisabilitasKu.id hari ini belum sempurna. Ada banyak fitur yang masih dibangun. Ada banyak masalah yang belum terpecahkan. Ada banyak pengguna yang belum terjangkau.

Tapi setiap hari, platform ini tumbuh — karena ada tim yang tahu persis mengapa ini harus ada, dan tidak akan berhenti sampai ada jawabannya.

Untuk orang tua yang kelelahan mencari terapis — platform ini untuk kamu.
Untuk penyandang disabilitas yang ingin bekerja tapi tidak tahu mulai dari mana — platform ini untuk kamu.
Untuk terapis yang ingin dikenal tapi tidak tahu caranya — platform ini untuk kamu.
Untuk anak yang sedang berjuang dan belum tahu seberapa jauh ia bisa pergi — platform ini untuk kamu.

Dan untuk Bryan — yang memilih untuk mengubah lukanya menjadi sesuatu yang bermakna bagi jutaan orang lain:

Terima kasih sudah tidak berhenti.

DisabilitasKu
cerita
founderstory
disabilitas
platform
Bryan Wahyu
cerebral palsy
Indonesia