Perilaku Adalah Komunikasi
Anak yang memukul, berteriak, atau menjatuhkan diri ke lantai bukan sedang "berulah tanpa alasan". Perilaku itu bertahan karena berhasil mencapai sesuatu. Tugas orang dewasa bukan menebak niat, tapi mengamati polanya.
Empat Fungsi yang Umum
- Mendapatkan sesuatu — benda, makanan, akses ke kegiatan.
- Mendapatkan perhatian — bahkan perhatian negatif berupa dimarahi tetap berupa perhatian.
- Menghindar — dari tugas sulit, keramaian, suara, atau permintaan.
- Kebutuhan sensorik atau tubuh — mencari rangsangan, meredakan rasa tidak nyaman, atau menandakan nyeri, lapar, dan lelah.
Alat Sederhana: Catatan ABC
Selama satu-dua minggu, catat setiap kejadian dalam tiga kolom:
- A (Antecedent/Pemicu) — apa yang terjadi tepat sebelumnya? Siapa yang ada? Apa yang diminta?
- B (Behavior/Perilaku) — apa persisnya yang dilakukan anak, dijelaskan secara netral. "Menjatuhkan diri ke lantai dan menjerit selama 4 menit", bukan "mengamuk karena manja".
- C (Consequence/Akibat) — apa yang terjadi setelahnya? Tugasnya dibatalkan? Diberi tablet? Dipeluk? Dimarahi?
Setelah 10-15 catatan, polanya biasanya jelas. Contoh yang sering muncul: perilaku selalu terjadi saat diminta mengerjakan tugas tulis, dan selalu berakhir dengan tugas ditunda. Fungsinya: menghindar.
Mengubah, Bukan Sekadar Menghentikan
Kalau fungsinya menghindar tugas sulit, hukuman tidak akan berhasil — justru memperkuat keinginan menghindar. Yang berhasil:
- Ubah pemicunya — pecah tugas jadi lebih kecil, beri contoh dulu, kurangi jumlah soal, beri pilihan urutan.
- Ajarkan cara lain yang sah untuk fungsi yang sama — kartu "istirahat", kata "bantu", atau isyarat sederhana. Cara baru harus lebih mudah dan lebih cepat berhasil daripada perilaku lamanya, kalau tidak anak akan kembali ke cara lama.
- Beri perhatian besar saat perilaku baik muncul, bukan hanya saat masalah terjadi.
Saat Ledakan Sedang Terjadi
Ini bukan waktu mengajar. Amankan lingkungan, kurangi bicara (kalimat panjang menambah beban), turunkan nada suara, beri ruang. Diskusi dan pengajaran dilakukan setelah anak tenang sepenuhnya — kadang berjam-jam kemudian.
Kapan Perlu Bantuan Profesional
Bila perilaku membahayakan anak atau orang lain, terjadi sangat sering, atau muncul mendadak setelah sebelumnya tidak ada, libatkan psikolog anak atau dokter. Perubahan perilaku mendadak sering menandakan masalah kesehatan atau kejadian yang belum Anda ketahui.
Penutup
Pertanyaan yang mengubah keadaan bukan "bagaimana menghentikan perilaku ini", tapi "apa yang sedang ia butuhkan, dan cara apa yang bisa saya ajarkan untuk mendapatkannya".