Lewati ke konten utama
Kesehatan

Mencegah Luka Tekan pada Pengguna Kursi Roda dan Anak yang Berbaring Lama

Luka tekan bisa muncul dalam hitungan jam dan butuh berbulan-bulan untuk sembuh. Pencegahannya sederhana, rutin, dan jauh lebih murah daripada pengobatannya.

Tim DisabilitasKu14 Agustus 20262 menit baca270 kali dibaca
Mencegah Luka Tekan pada Pengguna Kursi Roda dan Anak yang Berbaring Lama

Bagaimana Luka Tekan Terjadi

Ketika kulit dan jaringan di bawahnya tertekan antara tulang dan permukaan keras dalam waktu lama, aliran darah terhenti dan jaringan mulai mati. Pada orang dengan sensasi berkurang — cedera tulang belakang, spina bifida, sebagian kasus cerebral palsy — sinyal nyeri yang biasanya membuat kita otomatis bergeser tidak sampai. Karena itu risikonya jauh lebih tinggi.

Titik yang Paling Rawan

  • Duduk: tulang duduk (bokong), tulang ekor, sisi luar pinggul.
  • Berbaring terlentang: tumit, tulang ekor, siku, belakang kepala.
  • Berbaring miring: sisi luar pinggul, sisi lutut, mata kaki, bahu.
  • Titik yang sering luput: di bawah alat bantu — tepi AFO, sabuk pengaman kursi, selang, dan bahkan lipatan kaus kaki.

Empat Kebiasaan yang Mencegahnya

  1. Pengurangan tekanan berkala. Di kursi roda: ubah beban setiap 15-30 menit — condongkan badan ke depan, ke samping, atau angkat badan bila mampu, sekitar 30 detik hingga satu menit. Di tempat tidur: ubah posisi setiap 2 jam.
  2. Periksa kulit dua kali sehari. Pagi dan malam, lihat semua titik rawan — pakai cermin bila perlu. Kemerahan yang tidak memudar setelah 20-30 menit tanpa tekanan adalah tanda awal, dan wajib ditindaklanjuti dengan menghilangkan tekanan pada area itu.
  3. Jaga kulit kering dan bersih. Kelembapan dari keringat atau urine melemahkan kulit. Bersihkan segera, keringkan dengan menepuk (jangan menggosok), gunakan pelembap pada kulit kering.
  4. Cukupi gizi dan cairan. Protein dan cairan yang kurang membuat kulit rapuh dan penyembuhan lambat.

Hindari Kesalahan Umum

  • Jangan memijat area yang sudah memerah — memijat jaringan yang rusak memperparah kerusakan.
  • Jangan memakai bantal donat berlubang di tengah; alat ini memindahkan tekanan ke lingkaran sekitarnya.
  • Jangan menyeret tubuh saat memindahkan. Gesekan merobek lapisan kulit. Angkat, atau gunakan kain bantu geser.
  • Jangan menutupi luka baru dengan bedak atau ramuan tanpa arahan tenaga kesehatan.

Kapan Harus ke Tenaga Kesehatan

Kulit sudah terbuka, ada cairan atau nanah, bau tidak sedap, kulit di sekitarnya panas dan bengkak, atau demam. Luka tekan yang sudah terbuka bukan urusan perawatan rumah — butuh penilaian dan perawatan luka yang benar.

Penutup

Satu luka tekan bisa memaksa berhenti duduk selama berbulan-bulan, membatalkan sekolah, kerja, dan terapi. Rutinitas periksa kulit lima menit setiap hari adalah salah satu investasi waktu dengan hasil paling besar bagi keluarga.

luka tekan
dekubitus
kursi roda
perawatan kulit
pencegahan