Masalah yang Tidak Terlihat
Bayi dengan gangguan pendengaran tetap menoleh saat lantai bergetar dan tetap tersenyum saat melihat wajah ibunya. Karena itu keluarga sering baru curiga di usia dua tahun, ketika anak belum juga bicara. Padahal jendela paling penting untuk perkembangan bahasa ada di bawah usia satu tahun.
Patokan Waktu yang Dipakai Klinisi
- Sebelum usia 1 bulan — skrining pendengaran dilakukan.
- Sebelum usia 3 bulan — diagnosis dipastikan bila skrining perlu ditindaklanjuti.
- Sebelum usia 6 bulan — intervensi dimulai: alat bantu dengar, terapi, dan pendampingan keluarga.
Dua Pemeriksaan yang Umum
OAE menempatkan probe kecil di telinga dan mengukur respons rumah siput. Cepat, tanpa nyeri, biasanya dilakukan saat bayi tidur. BERA/ABR merekam respons saraf pendengaran lewat elektroda di kulit kepala, dipakai untuk memastikan hasil dan menentukan derajat gangguan.
Hasil skrining yang belum lolos bukan berarti anak tuli. Cairan sisa kelahiran di telinga sering membuat hasil pertama tidak lolos. Yang penting: jangan berhenti di situ — jadwalkan pemeriksaan ulang.
Siapa yang Berisiko Lebih Tinggi
- Riwayat gangguan dengar dalam keluarga
- Lahir prematur atau berat lahir sangat rendah
- Kuning berat yang memerlukan terapi sinar atau transfusi
- Infeksi selama kehamilan, meningitis, atau pemakaian obat tertentu
- Perawatan lama di NICU
Jika Rumah Sakit Tidak Menyediakan
Tidak semua fasilitas punya alat skrining. Tanyakan rujukan ke rumah sakit tipe B atau A terdekat, atau ke klinik THT dengan layanan audiologi. Sampaikan bahwa Anda meminta skrining pendengaran bayi, bukan sekadar pemeriksaan telinga biasa — istilahnya penting agar tidak salah arah.
Penutup
Satu pemeriksaan tanpa rasa sakit yang berlangsung beberapa menit bisa memindahkan perkembangan bahasa anak beberapa tahun ke depan. Kalau bayi Anda belum diskrining, jadikan itu pertanyaan pertama di kunjungan imunisasi berikutnya.